Tuesday, September 07, 2010

(Jakarta, MADINA ) : Tahun ini pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,3 triliun untuk merehabilitasi 138 ribu bangunan gedung Sekolah Dasar (SD) Inpres yang rusak. Total kebutuhan dana untuk rehabilitasi tersebut Rp14 triliun, sisanya Rp 4,7 triliun dialokasikan pada anggaran tahun 2011.

Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal mengungkapkan hal itu, seusai menerima peserta Forum Pemimpin Bangsa Muda Nasional 2010 di Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta , Kamis minggu lalu.

Fasli menyebutkan, jumlah SD termasuk madrasah ibtidaiyah (MI) yang dibangun pada masa penggalakan SD Inpres sekitar 1980-an, sebanyak 178 ribu. Karena waktu itu terlalu mengejar target, kualitas bangunan sederhana. "Sekarang sekolah itu sudah mulai berguguran dan ini yang kami rehabilitasi setiap tahun. Tahun ini mengeluarkan Rp 9,3 triliun," katanya.

Pemerintah, kata Fasli, juga membangun sekolah baru TK/SD satu atap, menambah ruang kelas SD, dan membangun SD/SMP satu atap. Pembangunan sekolah satu atap ini untuk mempermudah akses bagi siswa. "Kami bertekat jarak jangan lebih dari dua kilometer, sebab kalau lebih tidak aksesibel. Terutama di daerah kepulauan," katanya.

Sedangkan sekolah-sekolah yang bangunannya tidak permanen akan disediakan guru keliling atau disebut dengan guru kunjung. Para siswa SD, kata dia, tidak perlu keluar pulau atau desa. "Sekolahnya digabung satu atap dengan SMP. Ini cara-cara kita membuat anak-anak bisa mendapatkan akses," ujarnya. (leg/M2 )