| Silaturahmi Pembangunan Dalam Idul Fitri 08/09/2010 | Zackir Beberapa hari lagi kita semua akan merayakan hari kemenangan dalam pesta Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 H. Sebagian Saudara kita yang berasal dari desa-desa di seluruh Indonesia telah mulai b [ ... ] |
Pramuka Peduli Gelar Bakti Sosial 04/09/2010 | Zackir Oleh : Prof Dr Haryono Suyono | Other Articles | ||
(Surabaya, MADINA): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka Peringatan Puncak Hari Koperasi Nasional ke-63 di Lapangan Kodam Brawijaya V, Surabaya, Kamis (15/7) pagi. Tema yang diangkat untuk peringatan tahun ini adalah "Koperasi Bangkit untuk Kesejahteraan Rakyat".
Pada awal sambutannya, SBY mengucapkan selamat Hari Koperasi dan menjelaskan bahwa koperasi masih dan tetap penting di era Globalisasi. Presiden juga menerangkan, sejak era Presiden Soekarno hingga sekarang, setiap kelapa negara selalu berusaha mensejahterakan rakyat Indonesia dan koperasi UKM punya andil besar didalamnya. "Indonesia mempunyai sabuk pengaman pada saat krisis 1998 yang membuat perkonomian negeri ini bisa tumbuh seperti sekarang ini yaitu koperasi dan UKM. Oleh karena itu, koperasi dan UKM harus tumbuh dengan baik ke depan," ujar SBY.
Presiden SBY mengatakan sebagaimana negara berkembang lainnya, Indonesia masih menghadapi masalah kemiskinan dan pengganguran. "Angkanya bertambah baik, dari tahun ke tahun setelah krisis sudah ada peningkatan, artinya kemiskinan dan penggangguran berkurang. Negara lain, karena krisis 2 tahun lalu, banyak menghadapi persoalaan ekonomi termasuk penggangguran. Cara yang paling efektif untuk mengurangi kemiskinan dan penggangguran --banyak studi dan praktik di negara sahabat-- adalah dengan menggembangkan koperasi dan UKM," terang Presiden SBY.
"Membangun ekonomi Indonesia dan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat tidak bisa hanya mengikuti model ekonomi negara lain. Yang bisa akhirnya menggangkat taraf hidup 240 juta di seluruh tanah air, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, adalah ekonomi rakyat, " jelas SBY.
Menteri Koperasi dan UKM Syariefuddin Hasan dalam sambutannya menegaskan bahwa tema yang diangkat mengandung semangat dan tekad untuk lebih membangkitkan peran koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat dan soko guru perekonomian nasional, sehingga meningkatkan kesejahteraan rakyat sesuai dengan amanah UU No.25 1992 tentang perkoperasian.
Pada tahun ini Kementerian Koperasi dan UKM menggagas program Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (GEMASKOP). "Gemaskop ini digagas seiring dengan banyaknya kebijakan pemerintah yang telah dilaksanakan, antara lain bantuan sosial, penguatan modal, kredit KUR, dana bergulir, pelatihan, kewirausahaan, pameran dan sebagainya, yang telah banyak memberikan peluang dan kemudahan kepada rakyat untuk mendirikan dan lebih meningkatkan usaha koperasi," ujar Syariefuddin Hasan.
"Objektif Gemaskop adalah teciptanya koperasi-koperasi yang kreatif, inovatif, dan berskala bersar serta memiliki daya saing tingkat nasional dan internasional," Menkop dan UKM menambahkan.
Dalam acara tersebut, Presiden SBY menyematkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia Satya Lencana Pembangunan kepada empat orang perwakilan, yaitu Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Eko Maulana, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Walikota Kupang Daniel Abdoe, dan Ketua Koperasi Simpan Pinjam Nasari Semarang Sahala Panggabean. Sementara penghargaan Satya Lencana Wirakarya bidang koperasi diberikan kepada Ketum Koperasi Karyawan Tjiwi Kimia Jatim Sunoto Santoso.
Usai memberikan sambutan, Presiden SBY didampingi Ibu Ani meninjau Stand Expo Pembiayaan 2010 yang berada di Balai Prajurit. Peninjauan kemudian diakhiri dengan menuliskan pesan singkat pada pigura deklarasi KSP/USP.
Turut menyertai Presiden SBY pada kegiatan kali ini diantaranya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Mensos Salim Segaf Aljufri, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menkominfo Tifatul Sembiring, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar, Kepala BKPM Gita Wirjawan, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Presiden SBY saat menyampaikan sambutan pembukaan peringatan puncak Hari Koperasi ke-63 di Lapangan Kodam V/Brawijaya, Surabaya, Kamis (15/7) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Dari pengalaman enam tahun bertemu masyarakat koperasi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menemukan banyak koperasi yang masih belum maju karena manajemen dan sumber daya manusianya belum seperti yang diharapkan. "Permodalannya pun sering tidak mencukupi," ujar SBY dalam sambutan Peringatan Hari Koperasi ke-63 di Lapangan Kodam V/Brawijaya, Surabaya, Kamis (15/7) pagi.
Banyak juga koperasi yang didirikan melayani anggotanya, namun belum baik benar. Itulah yang harus ditingkatkan. Oleh karena itu Presiden SBY mengajak semua pihak untuk memperbaiki dan menyempurnakan secara bersama-sama. SBY menginstruksikan semua jajaran pemerintahan, mulai dari Presiden, Menkop dan UKM Syariefuddin Hasan, Ketum Dekopin Nurdin Halid, semua gubernur dan bupati se-Indonesia dan mitra koperasi, untuk mengatasi masalah tersebut dengan serius.
Presiden juga menginstruksikan Mendag Mari Elka dan Mendagri Gamawan Fauzi untuk terus menjaga eksistensi pasar tradisional. "Boleh ada hypermart, tapi walikota dan bupati harus mengaturnya dengan baik, jangan sampai mematikan pasar tradisional," ujar SBY.
"Saya sudah banyak meresmikan pasar tradisional yang selama ini ternyata bisa berkembang dengan baik. Yang penting dijaga kebersihan, kesehatan, dan ketertibannya. Dengan demikian usaha kecil dan mikro, serta usaha koperasi bisa memasok di pasar-pasar tradisional. Dengan kebijakan yang baik juga bisa masuk ke pasar modern," terang SBY.
Peminjaman model KUR, menurut Presiden SBY, juga harus disukseskan, dimana sejak dimulainya program ini pemerintah telah mengalirkan dana sebesar Rp 51 triliun dan sampai 2014 ditargetkan dapat mengalirkan dana hingga Rp 100 triliun.
Agar kesejahteraan semakin naik serta berkurangnya kemiskinan dan penggagguran, Presiden SBY mengajak untuk bersama-sama menjaga dan memajukan koperasi yang sudah ada, serta menambah lagi jumlah koperasi. "Koperasi kita jadikan wahana untuk menolong diri sendiri dan mencukupi kebutuhan warganya. Ingat kalau bersaing di pasar dunia, usaha mikro, kecil, dan koperasi bisa kalah dengan usaha-usaha yang besar," jelas Presiden SBY.
"Oleh kerena itu, strategi ekonomi Indonesia adalah kita ingin membesarkan dan memperkuat pasar domestik agar semua produksi koperasi bisa dijual di negeri sendiri. Tidak terlalu banyak urusan biaya dan prosedur untuk mengekspor, meskipun terbuka kesempatan mengekspor keluar negeri," ujar SBY.
Koperasi jangan hanya dijadikan wahana untuk memenuhi kepentingan ekonomi. "Sesuai dengan sejarahnya di dunia maupun, di Indonesia koperasi itu juga ada aspek sosial, paguyuban, gotong royong, bersatu padu, tolong-menolong. Ada aspek budayanya juga ada aspek demokrasinya," kata SBY.
Presiden juga mengajak untuk mendirikan lebih banyak lagi koperasi di komunitas petani, nelayan, pekerja, guru, TNI, Polri, dan semua komunitas agar rakyat Indonesia semakin meningkat taraf hidupnya. "Saya 30 tahun bertugas di TNI, 15 tahun saya aktif menjadi anggota koperasi. Mulai pangkat letnan, kapten, sampai mayor dengan gaji pas-pasan. Waktu itu kami sungguh ditolong dengan usaha koperasi," kenang SBY.
"Tanggal tua ambil barang dulu, gajian bayar. Membeli barang karena tidak banyak mengambil untung, lumayan lebih murah, koperasi menolong. Mungkin bagi orang kaya tidak terasa, bagi rakyat yang menghadapi persoalan keseharian itu sangat membantu. Saya dan keluarga merasakan manfaat dari koperasi." lanjutnya.
Presiden SBY mengungkapkan kegembiraannya dengan adanya kerjasama koperasi dengan Telkom terkait teknologi informasi agar bisa lebih dikenal dunia. Presiden juga mendukung penuh gerakan masyarakat sadar koperasi dan gerakan minum susu yang dicanangkan Kementerian Negara Koperasi dan UKM. "Kalau anak-anak kita rajin minum susu akan jadi juara kelas, cerdas" kata SBY.
"Kalau pemain bola sejak kecil minum susu jadi juara dunia. Bukan hanya Spanyol, Indonesia suatu saat jadi juara Asia, dan dunia kalau kita rajin minum susu, " ujar Presiden memberi semangat anak-anak. "Mari kita bikin susu ini yang baik, yang terjangkau masyarakat. Jangan mahal-mahal harganya. Dengan demikian bangsa kita lebih sehat jasamani dan rohani," lanjut SBY yang langsung diamini para undangan yang hadir.