Tuesday, September 07, 2010
ImageImage
 
(Jakarta, MADINA): Kalangan partai politik menyambut baik terpilihnya Aburizal Bakrie sebagai ketua umum Partai Golkar periode 2009-2015 menggantikan Jusuf Kalla. Partai Demokrat menilai justru merasa lebih nyaman untuk meneruskan kerjasama politik dengan Golkar dengan terpilihnya Ical.
“Partai Demokrat merasa lebih nyaman dan kami yakin akan lebih mudah membangun komunikasi dan kesepahaman untuk membangun Indonesia ke depan. Kami uga yakin Golkar akan menjadi partai yang bersahabat dengan Demokrat,” ujar Anas Urbaningrum, Ketua DPP Partai Demokrat.

Ketika ditanya apakah dengan demikian Golkar akan bergabung sebagai koalisi dalam pemerintah, Anas, menegaskan semua itu urusan internal Golkar. Memilih oposisi atau menjadi bagian pemerintahan adalah wilayah otoritas politik internal Golkar. “Kalaupun Golkar menjadi oposisi, kami tidak memandangnya sebagai musuh,”katanya.  

Ical, panggilan akrab Aburizal, mengantongi 296 suara, terpaut 56 suara dengan saingan beratnya Surya Paloh yang meraih 240 suara, dalam pemilihan yang berlangsung hingga dinihari Kamis pekan lalu. Sementara dua calon lain, Yudi Chrisnandi dan Tommy Suharto tidak memperoleh suara.

Ical berjanji akan mencurahkan waktu sepenuhnya untuk kepentingan partai. Dia juga menyatakan akan merangkul seluruh komponen Golkar, terutama para pendukung Surya Paloh, Yudi dan Tommy. “Saya akan ajak mereka dalam kepengurusan,” ujar Ical kepada wartawan sesaat setelah terpilih menjadi ketua umum dalam pemilihan yang cukup menegangkan Kamis dinihari.

Dari Organisasi Pengusaha ke Organisasi Politik

Terpilihnya Ical menjadi Ketua Umum Partai Golkar sekali lagi mencatat sejarah politik hadirnya seorang pengusaha-politikus. Ical, putra kelahiran Jakarta 15 November 1946, sebelumnya lebih malang melintang di dunia bisnis dari ayahnya Achmad Bakrie, yang adalah seorang pengusaha ternama yang mendirikan kelompok usaha Bakrie.

Dalam dunia bisnis lulusan Fakultas Elektro ITB tahun 1973 ini lebih banyak gerbelut dalam organisasi pengusaha. Mulai dari pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) hingga Kadin. Ical pernah dua periode menjadi ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Terakhir dia memegang jabatan keua umum Kadin periode 1999-2004 dan anggota Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) tahun 2005 hingga kemudian diangkat menjadi Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu yang kemudian posisinya berubah menjabat Mekon Kesejahteraan Rakyat dalam perombakan kabinet pada 5 Desember 2005 hingga sekarang. Juga pernah menjadi Presiden Kamar Dagang dan Industri ASEAN dan wakil ketua Asosiasi Kerjasama Bisnis Indonesia-Australia.

Karier politiknya dimulai sebagai kader Golkar pada tahun 1984. Kemudian sempat menjadi anggota MPR selama dua periode yaitu pada tahun 1988-1993 dan 1993-1998. Nama Ical mencuat belakangan dalam persaingan bursa ketua umum Partai Golkar dan dia berhasil menyisihkan saingannya untuk menggantikan Jusuf Kalla menjadi orang nomor satu di partai berlambang pohon beringin tersebut. Selamat buat Aburizal Bakrie. (rld)