Thursday, July 29, 2010
image image image image image
Lindungi Anak dari Diskriminasi dan Eksploitasi (Jakarta, MADINA): Dalam memperingati Hari Anak Nasional, ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan. Yakni, memberikan perlindungan kepada anak, mendidik anak-anak, dan memberikan kasih sayang kepada anak-anak. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan ini dalam sambutannya saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2010, di Sasono Langen Budoyo, TMII, Jakarta, Jumat (23/7) pagi.
Sekjen MUI: Ada dua Vaksin Meningitis yang Halal (Jakarta, MADINA): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan membuka Musyawarah Nasional (Munas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 25 Juli mendatang, di Jakarta Convention Center (JCC). Ketua Umum MUI Sahal Mahfudh mengatakan hal ini dalam keterangan pers, usai diterima Presiden, di Kantor Presiden, Senin (19/7) sore.
Menko Perekonomian: Rasio Utang Terhadap GDP Terus Menurun (Jakarta, MADINA): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghendaki rasio utang terhadap produk domestik bruto atau gross domestic product (GDP) Indonesia terus menurun. Nominal utang juga harus turun. Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan hal ini usai mengikuti Rapat Kabinet Terbatas di Kantor Presiden, Senin (19/7) siang.
Peringatan Puncak Hari Koperasi Nasional Ke-63 Koperasi Masih dan Tetap Penting di Era Globalisasi (Surabaya, MADINA): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka Peringatan Puncak Hari Koperasi Nasional ke-63 di Lapangan Kodam Brawijaya V, Surabaya, Kamis (15/7) pagi. Tema yang diangkat untuk peringatan tahun ini adalah "Koperasi Bangkit untuk Kesejahteraan Rakyat".
Yusril Minta MK Menunda Proses Pidana Kejaksaan Agung (Jakarta, MADINA): Tafsir jabatan Jaksa Agung harus diartikan memiliki batas masa jabatan. Apabila tidak ada masa batasnya kapan berakhir, maka akan bertentangan dengan UUD 1945. Demikian yang diutarakan oleh Yusril Ihza Mahendra dalam sidang uji materi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 Tentang Kejaksaan Agung, Kamis (15/07) di ruang sidang pleno MK Jakarta.

Haryono Suyono

Membangun Kembali Gerakan KB di Indonesia
26/07/2010 | admin
article thumbnail

Oleh Prof Haryono Suyono

Awal minggu ini Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang ke 17 diperingati di Palu, Sulawesi Tengah. Dalam acara akbar yang dipadukan dengan peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong [ ... ]


Anak Bangsa Adalah pemimpin Masa Depan
19/07/2010 | admin
article thumbnail

Oleh Prof Haryono Suyono

Akhir minggu ini, tepatnya tanggal 23 Juli 2010, bangsa Indonesia memperingati Hari Anak Nasional 2010. Menurut proyeksi jumlah anak-anak di bawah usia 15 tahun, dewasa ini ada [ ... ]


Other Articles
Oleh Drs Usman Yatim MPd

ImageMedia kini banyak menyajikan berita seputar calon para menteri baru kabinet di bawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono  bersama Boediono. Masih menjadi tanda tanya, siapa yang saja orang-orang yang bakal duduk dalam kabinet. Begitu pula dengan struktur kabinet yang baru nanti, apakah sama dengan sekarang, atau ada perubahan yang signifikan, termasuk jumlahnya, apakah berkurang atau bertambah.
Penentuan nama-nama menteri tersebut sepenuhnya kini ada pada Presiden terpilih, SBY. Melihat  dari otoritas nama kabinet ada pada SBY, kita menyadari bahwa Presiden memang mempunyai hak prerogative dalam menentukan anggota kabinetnya. Dengan kata lain, penentuan kabinet mengacu pada system presidensial.  

Mengingat kita menerapkan system multi partai sehingga selama masa reformasi ini, belum ada parpol yang mampu meraih suara mayoritas dalam pemilihan umum, maka mencuat istilah koalisi atau gabungan antar partai. Kondisi ini membuat system politik kita tidak lagi murni system presidensial, melainkan terlihat seperti diwarnai semangat parlementer. Setidaknya kondisi inilah  yang terlihat masa 5 tahun terakhir.

Kita selama 5 tahun terakhir sering mendengar istilah oposisi. PDIP pimpinan Megawati Soekarnoputri selama pemerintahan SBY-JK cenderung dianggap sebagai partai oposisi yang suaranya selalu berseberangan dengan partai pendukung pemerintah. PDIP menjadi partai oposisi karena tidak ada kadernya yang duduk dalam kabinet, sementara kader partai lainnya masuk dalam kabinet.

SBY walaupun menjadi presiden dipilih langsung oleh rakyat ternyata dalam menyusun kabinet tetap memperhatikan komposisi perolehan kursi di DPR yang memperlihatkan Partai Demokrat yang dia dirikan belum memiliki jumlah kursi signifikan. Oleh karena itu, koalisi lewat perekrutan kader partai lain di luar  Partai Demokrat untuk masuk kabinet suatu pilihan yang tidak dapat dihindari.

Kala itu SBY sempat mendapat kecaman soal kabinet koalisinya walau pada akhirnya dapat dipahami dalam rangka kelancaran roda pemerintahan, terutama terkait pelaksanaan kebijakan pemerintahan, dukungan dari legislative memang sangat diperlukan. Namun, pengalaman 5 tahun terakhir tetap menunjukkan betapa pemerintahan SBY-JK selalu harus banyak berhadapan dengan legislative, seperti ditandai adanya pengajuan hak angket dan interpelasi.

Kini, setelah SBY bersama Boediono terpilih lewat pemilihan satu putaran dan Partai Demokrat meraih suara cukup signifikan meski belum memiliki mayoritas mutlak, terlihat tanda-tanda bahwa susunan kabinet tetap akan berwarna koalisi, seperti 5 tahun sebelumnya. Bahkan, sangat dimungkinkan koalisi tersebut mencakup semua partai besar. Jika, ini benar-benar terjadi maka tidaklah salah kalau disebut istilah oposisi bakal tidak lagi menjadi popular.

Hilang atau kurang populernya istilah oposisi dapat saja mengundang banyak kritikan bila mengacu pada pandangan bahwa sebuah demokrasi yang dinamis adalah manakala terdapat adanya partai oposisi. Sebaliknya mereka yang melihat bahwa oposisi hanya pada system parlementer, tentu oposisi tidak diperlukan bila kita menerapkan system presidensial. Apalagi  bila mencuat pendapat bahwa ada atau tidak ada oposisi, fungsi pengawasan, kontrol terhadap roda pemerintahan tetap  harus dilakukan.

Hal tersebutlah membuat kita kembali bertanya- tanya apakah kabinet baru nanti masih mencerminkan semangat koalisi besar yang membuat tidak ada lagi partai oposisi, atau sebaliknya? Melihat dari mulusnya Taufiek Kiemas terpilih sebagai Ketua MPR dan kemungkinan kader PDIP ikut masuk kabinet maka koalisi besar memang benar-benar bakal terjadi. Koalisi besar tersebut akan mengukuhkan kembali kabinet SBY sebagai Kabinet Indonesia Bersatu.

Lantas kalau Kabinet Indonesia Bersatu II akan tetap digulirkan maka nama-nama menteri baru yang kini kita tunggu-tunggu itu adalah dari kader-kader partai pendukung langsung SBY-Boediono pada pilpres lalu, yaitu dari Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional,  Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Kebangkitan Bangsa. Selanjutnya, berasal dari kader PDIP dan Partai Golkar, ditambah kemungkinan dari parta pendatang baru seperti Partai Gerindra.

Siapakah nama orang-orang yang akan duduk dalam kabinet baru nanti? Tampaknya mari kita tunggu saja. Jika masih penasaran dapat saja mengikuti pemberitaan media massa, terutama televisi yang sudah banyak menyebut-nyebut nama bakal calon menteri tersebut. Tentu saja jika kita ingin kepastian, maka lebih baik bersabar saja menunggu karena sudah tidak lama lagi. Selamat menantikan nama menteri baru!

Refleksi

ROKNEWSPAGER ERROR: File not found: ../images/stories/uy%20jas%20kecil.jpgROKNEWSPAGER ERROR: File not found: images/stories/uy%20tanpa%20jas%20kecil.jpg
  • MUI Ikut Membangun Karakter Bangsa
    Oleh Drs. Usman Yatim, M.Pd, M.Sc.

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka Musyawarah Nasional (Munas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 25 Juli di Jakarta Convention Center (JCC). Munas...
    26 July 2010
  • Kapuas Raya dan Masalah Perbatasan
    Oleh Drs. Usman Yatim, M.Pd, M.Sc. Perjuangan lima kabupaten wilayah timur di Kalimantan Barat untuk membentuk sebuah provinsi baru, yakni Provinsi Kapuas Raya tampaknya kini akan mengalami kebuntuan...
    19 July 2010
  • Pro – Kontra FPI Bubar
    Oleh Drs. Usman Yatim, M.Pd, M.Sc. Sungguh menarik mengikuti perbincangan antara  Ulil Abshar Abdalla dan Munarman dalam suatu tayangan televisi belum lama ini. Ulil Abshar Abdalla, yang kini menjadi...
    13 July 2010
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8

Damandiri

ROKNEWSPAGER ERROR: File not found: images/stories/haryono%20prof%20cu.jpg
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8

Tajuk

  • Trauma Tabung Gas

    Ledakan tabung gas elpiji akhir-akhir ini, nyaris terjadi setiap hari.  Kalau dulu yang meledak tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram, tapi kini tabung ukuran 12 kg yang selama ini “relatif”...
    15 July 2010
  • Setelah Ariel Jadi Tersangka
    Meskipun terlambat, penahanan sekaligus penetapan artis Nazriel Irham alias Ariel Peterpan sebagai tersangka dalam kasus video mesum, kita sambut gembira. Dari sudut moral agama, maupun etika dan sistem...
    27 June 2010
  • Kinerja Pemda
    Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi kecewa terhadap kinerja pemerintah daerah (pemda). Berbicara di depan kepala daerah pada penyerahan aset barang milik negara dan DIPA 2010 di Jakarta pekan lalu, mantan...
    16 June 2010
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8

Sudut Madina

SUDINA Edisi 300

DPR : Tayangan infotainment over dosis
Karena anggotanya ketagihan

Pejabat malas melaporkan gratifikasi
Kalau lapor takut lapar

Data kemiskinan antar lembaga berbeda
Beda proyek beda pula datanya


SUDINA Edisi 299

128 anggota DPR belum lapor kekayaan.
Rajinnya menumpuk kekayaan

Freeport curi uranium di Papua
Siapa berani melawan bosnya..!

Hatta Rajasa : TDL salah hitung
Bakal byarpet lagi..! Au ah gelap