Gebrakan Baru D’Radio Bangun Ekonomi Kerakyatan, Kesehatan dan Sosial

(Jakarta, MADINA): D’Radio 103,4 FM membuat gebrakan baru dengan melakukan siaran dengan mengetengahkan berbagai kegiatan ekonomi, kesehatan, sosial dll. Dengan tujuan mengangkat kemiskinan melalui pemberdayaan keluarga. Siaran ini dikelola beberapa pengurus Yayasan Damandiri bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ekonomi Keuangan dan Perbankan Indonesia (STEKPI).
“Program ini akan mengembangkan ekonomi kerakyatan,” demikian ungkap Ketua Yayasan Damandiri, Prof Dr Haryono Suyono dalam tolk show nya dalam mengawali siaran perdana yang disaksikan berbagai wartawan media cetak dan disiarkan langsung oleh D’Radio 103,4 FM di Gedung Granadi Jakarta, pekan lalu.
Selain STEKPI program siaran ini juga akan dilakukan kerjasama dengan Universitas Negeri Jakarta maupun perguruan tinggi lain untuk membahas masalah-masalah yang berhubungan dengan pendidikan, pelatihan, ketrampilan dll. Bersama-sama dengan rekan-rekan yang ada Posdaya-Posdaya dapat bekerjasama untuk membahas kebutuhan maupun masa depan anak-anak bangsa, seperti pendidikan maupun ketrampilan.
Sedangkan pada hari Rabu, siaran akan mencakup hal-hal yang sifatnya kebijakan umum maupun mendaratkan program siaran ini, tidak saja di sekitar Jabodetabek tetapi sampai kedaerah-daerah diseluruh Indonesia mulai pukul 08.00-09.00 pagi. Sedangkan pada hari Kamis isi siaran yang berhubungan dengan medis. Hari Jumat diisi dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan agama, maupun falsafah-falsafah, budi pekerti dsb. Yang intinya suatu pendekatan moral didalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. “Sehingga hari Kamis dan Jumat siaran isinya sehat mental, sehat jasmani,” ujar Haryono Suyono.
Tolk Show selanjutnya D’Radio akan mengundang nara sumber dari bebagai Perguruan Tinggi, Departemen, Kementerian maupun dari praktisi-praktisi. Diutamakan siaran tolk show pada hari Senin diarahkan bagaimana mengembangkan ekonomi kerakyatan bersama-sama dengan tanggung jawab renteng untuk mengembangkan entepreneurship.
Dalam hal ini, lanjut Haryono Suyono, dapat dilakukan siaran live tidak saja di Jakarta, mungkin juga di daerah dengan mengambil nara sumber yang berasal dari kabupaten, maupun walikota. Program ini merupakan suatu siaran yang sekaligus diarahkan striming yang bisa dilihat dan didengar oleh pendengar luar negeri.
Selaku Ketua Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), lanjut Haryono Suyono, dia telah mulai memperkenalkan program Posdaya kepada pimpinan partai-partai politik. Seluruh pimpinan partai politik telah dikirimi surat kalau ada waktu teman-teman dari DNIKS bisa diterima. Belum lama ini Ketua DNIKS telah diterima oleh pimpinan Partai Amanat Nasional (PAN), Sutrisno Bachir.
Sambutan pimpinan Partai PAN sangat bagus, karena mereka telah berjanji akan menyampaikan kepada calegnya bahwa dapil-dapil mengetengahkan Posdaya di desa-desa . Saat ini Ketua DNIKS sedang menunggu partai politik lain yang bersedia untuk berdialog. “Kalau surat yang kami sampaikan kurang jelas, maka kami siap untuk datang menjelaskan.
“Posdaya ini tidak saja kita rancang melalui masjid, sekolah, perguruan tinggi tetapi sudah diperkenlakan kepada pimpinan partai-partai politik. Melalui Posdaya dengan sendirinya bangsa ini tidak ingin kita jadikan bangsa pengemis atau bangsa yang meminta-minta. Mana BLT? Mana beras murah? Mana sekolah gratis. Tidak begitu, tetapi kita rubah dan kita dampingi untuk di berdayakan sebagai bangsa yang mau kerja keras, bangsa yang mau mengembangkan inovasi-inovasi menjadikan entrepreneur dibidangnya masing-masing. Yaitu, bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dll. Yang diperlukan bukan gratis, tetapi akses bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dll,” demikian kata Haryono. (sy)