PAN Sambut Hangat Himbauan DNIKS Pro Rakyat Miskin
Tuesday, 10 March 2009 13:35
Written by admin
(Jakarta, MADINA) : Ketua Umum DNIKS (Dewan Nasional Indonesia Untuk Kesejahteraan Sosial), Prof Dr Haryono Suyono MA, menyampaikan himbauan kepada sejumlah partai politik untuk menghadapi Pemilu. Himbauan DNIKS ini mendapat sambutan hangat dari PAN. Bahkan Prof Dr Haryono Suyono yang didampingi Ketua Penyandang Cacat Indonesia, Siswadi dan Asisten Deputi Informasi & Advokasi, Yayasan Damandiri, Drs Dadi Darmadi, MA berkunjung ke rumah kediaman Ketua Umum DPP PAN (Partai Amanat Nasional), Soetrisno Bachir, baru-baru ini.
DNIKS adalah organisasi induk berbagai organisasi sosial kemasyarakatan dari seluruh Indonesia, khususnya yang sangat menaruh perhatian pada upaya penanganan masalah ketertinggalan, musibah, kebodohan, kemiskinan dan kecacatan. DNIKS merasa perlu menyampaikan himbauan dalam rangka untuk keselamatan bangsa dan negara yang patut pula diperhatikan pimpinan partai politik bersama para calon legislatif (caleg)nya.
Dalam kesempatan bertemu Soetrisno Bachir, Haryono secara runtun menyampaikan himbauan kepada PAN, yaitu, pertama: partai tersebut bisa menjelaskan visi, misi dan program untuk pengentasan bangsa ini dari keterbelakangan dan kemelut serta mengantarkannya menjadi bangsa yang bersatu, damai, adil dan sejahatera.
Kedua, mohon kiranya pimpinan PAN mengembangkan kampanye damai, tidak diisi dengan caci maki, intimidasi atau merendahkan derajad dan martabat bangsa, utamanya para anggota kami yang umumnya tertinggal, kurang pendidikannya, miskin dan cacat.
Ketiga, kiranya para caleg dari PAN mempunyai komitmen untuk mengembangkan yang wajar antara pembangunan bidang sosial budaya dan ekonomi sehingga seluruh anak bangsa bisa berusaha dan bekerja keras menciptakan lapangan kerja, membudayakan entepreneurship dan mengembangkan prakasa partisipasi dengan penuh kebanggaan, yang membawa dampak pada peningkatan produktifitas disertai perasaan lega serta kepuasan yang maksimal karena partisipasi dalam pembangunan itu dilakukan dan dihargai dengan penuh kehormatan.
Keempat, dihimbau agar caleg mempunyai komitmen untuk mengentaskan kemiskinan bukan dengan menyodorkan segala sesuatu secara gratis, tetapi mengutamakan program pemberdayaan, pendampingan. Akses yang lebih wajar pada sumber daya yang bermutu, tehnologi, modal, bahan baku dan pemasaran yang kondusif melalui pembentukan dan pengembangan kegiatan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di desa dan dukuh sehingga bangsa ini tidak berubah menjadi bangsa peminta-minta, tetapi menjadi bangsa ulet yang mempunyai harga diri tinggi, percaya pada kemampuan mandiri dan sanggup maju menjadi bangsa yang jaya dan sejahtera dalam suasana damai dan gotong royong serta mampu bekerja keras dalam kebersamaan dan terhormat.
Kelima, dimohon para caleg mempunyai komitmen untuk menempatkan pemberdayaan melalui program dan kegiatan pendidikan, pelatihan ketrampilan dan pendampingan yang berkelanjutan dengan priorotas tinggi sehingga upaya memerangi kebodohan dan ketidak mampuan bisa diutamakann dalam suasana budaya entepreneurship yang mengutamakan, mengundang serta menguntungkan rakyat banyak.
Keenam, dihimbau, caleg mempunyai komitmen untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan yang adil sehingga seluruh anak bangsa memperoleh kesempatan yang wajar untuk berkembang menjadi entrepreneur atau pengusaha yang mampu mengangkat derajad dan martabat bangsanya serta mengantarkannya menjadi bangsa yang adil dan sejahtera.
Ketujuh, Dihimbau agar para caleg, komitmen untuk mengembangkan dukungan hidup yang sehat sejahtera bukan dengan menemepatkan anak bangsa sebagai peminta-minta tetapi pada akses yang lebih baik dan terjangkau di semua pedesan dan pedukuhan sehingga gerakan hidup sehat bisa \menjadi budaya bangsa yang besar dan terhormat.
Kedelapan, dimohon Caleg mempunyai komitmen untuk memelihara lingkungan hidup dan suasana politik penuh aman, damai, dengan kehidupan gotong royong serta kerja keras sehinga bangsa ini bisa dan mampu maju pesat karena tumbuh lingkungan busdaya baru yang merangsang suasana saling peduli terhadap sesama anak bangsa.
“Untuk itu kami terimakasih apabila para pimpinan politik yang bapak pimpin, berkenan meneruskan delapan butir himbauan kami tersebut kepada seluruh caleg dalam jajaran Partai Politik sehinga Pemilu tahun 2009 bisa berlangsung dengan damai dan tidak menambah beban bangsa dengan lebih banyak anak bangsa yang tertinggal, makin bodoh, miskin, cacat dan terinjak injak martabat dan kehormatan,” kata Haryono.
Banyak Mengenal Haryono
Sementara Ketua Partai Amanat Nasional (PAN), Soetrisno Bakhir mengatakan bahwa dirinya telah banyak mengenal Pak Haryono Suyono, utamanya dalam penanganan masalah-masalah kesejahteraan dan sosial. “Saya banyak minta pendapat dari Pak Haryono, saran dan nasehat mengenai masalah pembangunan bangsa ini. Indonesia yang begitu luas wilayahnya, yang begitu besar jumlah penduduknya dan kebanyakan adalah warga miskin. Menurut bank dunia hampir 50% rakyat Indonesia adalah miskin,” ucapnya.
“Saya telah melihat ada sembilan poin yang diusulkan Pak Haryono merupakan garis perjuangan PAN di dalam menghadapi persoalan-persoalan bangsa. Saya sudah mengintruksikan kepada para caleg agar kita memperjuangkan kehidupan baru untuk menuju Indonesia baru, yang rakyatnya betul-betul mempunyai kesejahteraan yang lebih bagus.”
“Pak Haryono di masa Pak Harto adalah figur yang cukup dipandang, disegani bahkan tidak pernah ada setitik noda di dalam perjalanan karirnya. Untuk itu saya sangat berterima kasih kepada Pak Haryono yang telah memberikan bahan lagi untuk dijadikan acuan di dalam mengemban tugas nanti para caleg ini apabila dipercaya oleh rakyat sebagai anggota DPR,” kata Soetrisno .(sy)